Sabtu, 18 Februari 2017

~ Martabat hati ~



By : Tiada Aku


Teringat ketika tuan guru berkata :

“Anakku.. cukup bagimu mengenalku lalu jagalah hati-mu selalu”

Inilah hal yang menyatakan  “MARTABAT HATI” Hati itu ada 2 bahagian :
– Hati sanubari – Hati nuraniHati Sanubari adalah segumpal darah yang terhantar antara lambung kiri di dalam dada manusia.Hati Nurani adalah hati cahaya yang menjadi khalifa Allah memerintah tubuh manusia ‘Amma Mubiina’ artinya RAJA.
Mim, awal jadi raja di dunia
Ha, memberi rahmat bagi segala umat
Mim, akhir jadi raja di akhirat
Dal, jadi raja dunia dan akhirat

Hati Nurani adalah mahligai Allah Ta’ala, tempat tajjali Allah Ta’ala, ‘Murathal Haq’ artinya Cermin Al-Haq karena nyata Haq Ta’ala padanya, disebut juga ‘Iradatul wujud’ atau kehendak yang ada karena tidak ada sesuatu yang luput dari padanya.
Hati Nurani ini amat besar lagi Latif, halus, menerima tajjali Dzat, tajjali Sifat, tajjali Af’al.
Hati ini memakai pakaian Sifat Allah yang tujuh yaitu : Kudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama, Bashar dan Kalam.

Hati Nurani kenyataan dari pada Dzat Allah Ta’ala, menyatakan keadaan yang Kuasa, tiada diatas, tiada dibawah, tiada dikanan, tiada dikiri, tiada di hadapan, tiada dibelakang, sunyi daripada enam jihat itu.
Bukan hati yang berdarah dan berdaging, hanya kenyataan Hati Nurani jualah maka nyatalah pendengaran telinga, penglihatan mata dan segala keadaan tubuh yang kasar ini daripada hati nurani itu jua.
Inilah yang diperujud oleh sekalian yang maujud, baik yang besar maupun yang kecil.

Lidah itu juru bahasa hati, hati itu juru bahasa Hidayah dan hidayah itu dari pada cahaya yang Qadim.
Hidayah datang dari sifat yang tujuh yang nyata kepada hati nurani, Nur itu gaib dan Tuhanpun gaib adanya.

Melihat Allah nyata dengan nyataNya,
Bermula tiap-tiap mata melihat dan hati nyata dengan Rupa yang LAISA KAMISLIHI SYAIUN.

Bila Matahari ibarat Dzat Allah Ta’ala maka Bulan itu ibarat Sirr Allah yakni Cahaya Muhammad Rasulullah SAW, maka tempat mengenal Dzat Allah melalui cahaya yaitu Hati Nurani.
Berbahagialah bagi yang mengenal dan menjaga Hati Nuraninya yaitu dirinya dan Tuhannya, janganlah engkau kembali sebelum mengenal dirimu dan Tuhanmu.

Akhirul kalam
‘WAMIN ANFUSIKUM AFALA TUFSIRUN’
Di dalam diri kamu jua AKU.

Kamis, 16 Februari 2017

PASAL TENTANG ANASIR




By : Tiada Aku

A N A S I R

Anasir ALLAH                   : Dzat, Sifat, Asma, Af’’al
Anasir MUHAMMAD      : Awal, Akhir, Dzahir, Batin
Anasir HAMBA                  : Rahasia, Nyawa, Hati, Tubuh
Anasir ADAM                     : Api, Angin, Air, Tanah
Anasir BAPAK                    : Urat, Tulang, Otak, Sumsum
Anasir IBU                           : Bulu, Kulit, Darah, Daging


MENG-ESA-KAN ALLAH DALAM RAGAM DIRI

Awal Muhammad itu Nurnya
Akhir Muhammad itu Ruhaninya
Dzahir Muhammad itu Rupanya
Batin Muhammad itu Dzatnya


U R A I A N

Rahasia hamba itu Batin Muhammad
Batin Muhammad itu Dzat Allah
Dzat Allah itu Rahasia hamba


Nyawa hamba itu Awal Muhammad
Awal Muhammad itu Sifat Allah
Sifat Allah itu Nyawa hamba


Hati hamba itu Akhir Muhammad
Akhir Muhammad itu Asma Allah
Asma Allah itu Hati hamba


Tubuh hamba itu Dzahir Muhammad
Dzahir Muhammad itu Af’’al Allah
Af’’al Allah itu Tubuh hamba

Selasa, 14 Februari 2017

~ Rahasia Makrifat ~



By : Tiada Aku

Inilah ilmu rahasia Makrifat Allah Ta’ala, dari pada dunia, datang dari pada akhirat.

Engkau itu sampai kepadaKu, “Hai, hambaKu yang Aku cintai.”
Maha suci Aku beserta engkau jikalau engkau berada di dalam AKU.
Maka lenyaplah engkau di dalam kosong.
AHMAD itulah yang disebut diri yang gaib.
MUHAMMAD itulah yang disebut diri yang dzahir.

Berkata Nabi SAW “Ikuti aku.. ikuti aku…”

Kalau engkau tiada mengikuti maka engkau adalah ‘sesat’.

Sebab itulah kami ajarkan kalimat Tauhid
“LAA ILLAHA ILLALLAH”
Sebab itulah kami perintahkan kalimat Syahadat
“ASYHADU ALLA ILLAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADDARASULULLAH”

Jikalau engkau itu berpegang pada keduanya maka selamatlah engkau dunia dan akhirat.Dan engkau di dalam mukmin yang sebenar-benarnya.

Bahwasanya,
– Kalimat Tauhid itu ialah maqam Ruh yang tiada lupa ia kepada yang menjadikannya setiap saat.
– Kalimat Syahadat itulah yang menyempurnakan apa-apa yang di perintahkan oleh nabi Muhammad SAW.

Maka engkau itu rindu selalu kepadaKu yang menjadikan semesta alam.
Itulah yang disebut engkau bertubuh ‘NURULLAH’’
Itulah yang disebut lenyap dengan AKU.

Asal engkau yang Aku jadikan mula-mula adalah satu rahasia Nur, yang disebut Nur Dzat. Nur Dzat menjadi Diri, kemudian diri engkau gaib di dalam Nur Allah, kemudian gaib lagi yang disebut kosong.kemudian berkata di dalam Kun, Kun itulah yang disebut Alif, Alif itulah yang disebut Diri, Maka gaiblah Alif itu menjadi Laisa, lalu berkatalah Ia HAQ.

Yang Haq itulah yang disebut tiada berujud dan tiada bernama.
maka engkau itu yang dinamakan AKU, sebab itu bukan diluar bukan di dalam.
Sehingga meliputi Aku semesta sekalian alam. Maka Laisa-lah Aku didalam diri engkau itu. Jikalau engkau mengenakan Aku, maka engkau itu adalah di dalam kalimahKu.

Sesudah engkau di dalam kalimahKu, Maka engkau itu bertubuh Syahadat dan
Sesudah bernama syahadat,Maka engkau itu bernama Muhammad
Jikalau engkau sudah bernama Muhammad dzahirnya maka batinya itu bernama Ahmad lalu sesudah bernama Ahmad, maka engkau itu gaib dengan HU
Maka Akulah itu.

Engkau dengarkan bunyi di dalam tubuh engkau yang berbunyi ‘Wujud Dzat’
Wujud itu berbunyi HU dan Dzat itu berbunyi ALLAH, Oleh karena itu yang bunyi hanya kosong, maka kosong itu maknanya fana, hanya diriNyalah yang ada.Yang beserta melihat dan mendengar, Semuanya lenyaplah di dalam yang KOSONG.

Minggu, 12 Februari 2017

~ Yang sebenar-benar ~



By : Tiada Aku


Yang sebenar-benar Diri ialah Hidup,
Yang sebenar-benar Hidup ialah Ruh,
Yang sebenar-benar Ruh ialah Nafas,
Yang sebenar-benar Nafas ialah Allah,
Yang sebenar-benar Allah ialah Muhammad,
Yang sebenar-benar Muhammad ialah Diri,

Ruhani – Allah Ta’ala menjadi Nyawa dan Nyawa menjadi Muhammad,

Karena..
Hayat, Ruh, Nafas, Allah Ta’ala, Nyawa artinya Muhammad ujudnya,

Karena..
Tiada hidup Jasad melainkan dengan Nyawa, dan tiada hidup Nyawa melainkan dengan Jasad.

Yang bernama Allah ialah Kehendak,
Yang bernama Kehendak ialah Hidup,
Yang bernama Hidup ialah Ruh,
Yang bernama Ruh ialah Nafas
Yang bernama Nafas ialah Allah,
Yang bernama Allah ialah Muhammad,
Yang bernama Muhammad ialah yang Hidup,
Yang bernama Hidup ialah Dzat Wajibul Wujud

20 Sifat-Sifat Wajib Allah SWT