Kamis, 27 Oktober 2016

MASIH TENTANG KALIMAH

MEMBICARAKAN TENTANG KALIMAH

“ La illaha illallah Muhammadarrasulullah “

Kalimah syahadat hendaklah dijadikan darah daging kita pada siang dan malam selama 24 jam, artinya hidup kita di dunia dan bangkit kita di hari kiamat nanti adalah  dengan kalimah  Syahadat ini.
………………….
Artinya : Hidupku di dalam dunia ini, matiku dan bangkitku di akhirat nanti di dalam kalimah syahadat, dan Insya Allah aku menjadi orang beriman.

Kalimah syahadat atau kalimat tauhid ini mengandung 24 huruf, semua ini mengisyaratkan kehidupan manusia selama 24 jam dalam sehari semalam, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam, sebagaimana yang dinyatakan didalam pembahasan yang lalu bahwa kalimah syahadat itu adalah menyatakan perihal diri rohani dan jasmani kita. Kalimah ini sangatlah penting didalam penghidupan kita untuk menuju kepada Allah s.w.t. Oleh sebab itu janganlah coba untuk dipisahkan antara dua kalimah syahadat didalam penghidupan kita, jika kita ingin menjadi manusia yang diredhoi di dunia dan akhirat, dan jangan sekali-kali kita mati tanpa kalimah syahadat.

Sebelum awal disebut martabat zat semata-mata, atau dinamakan juga martabat Ahdah pada peringkat ini belum awal belum akhir belum jadi matahari dan belum jadi sesuatu apapun, disebut alam Ghaibul gaib makamnya adalah pada makam sir atau rahasia semata-mata.  Pada martabat ini alamnya adalah … dan dirinya sendiri, syariatnya adalah pada lidah.
Bermula ….. itu letaknya pada martabat sifat ataupun dinamakan juga martabat … yaitu sabit nyata awal. Martabat ini juga pernah dipanggil martabat Noktah satu. Pada peringkat ini makamnya adalah kalbi, alam di martabat ini adalah alam .. adapun diri pada martabat ini adalah diri terperi .. Hakikat pada Kalbi.
Adapun ….. itu letaknya pada martabat asma’, atau disebut juga sebagai martabat … yaitu sabit nyata kedua. biasa disebut sebagai martabat Noktah Dua, pada peringkat ini makamnya adalah zikir. Manakala alamnya adalah alam
Disamping itu perlu ditegaskan diri pada martabat ini adalah Diri taja dan tarikatnya adalah zikir.
Adapun …. itu dinamakan dia martabat Apaal, dinamakan martabat Alif atau martabat Insanul kamil. makamnya pada peringkat ini adalah makam anggota rahasia (diri rahasia) dan alamnya pada martabat ini adalah Alam Insan manakala dirinya adalah diri terperi,  sedangkan makrifatnya adalah anggota rahasia (diri bathin manusia).

Makna kata Muhammad
Perkataan Muhammad itu terdiri daripada empat huruf yaitu MIM, KHA, MIM, DAL, adapun huruf MIM yang pertama itu adalah hakikat kepala kita. Huruf KHA itu adalah hakekat badan kita, huruf MIM yang kedua hakekat …
Sesungguhnya hakekat Muhammad adalah diri kasar atau jasad kita.

Makna kata RASUL
Adapun hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat nyawa kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara jasmani dan rohani.
Berawal huruf Rasul itu mengandung empat huruf yaitu : RA, SYIN, WAW, LAM, Adapun huruf RA itu adalah hakikat nafas huruf SYIN itu adalah hakikat ampas, Huruf WAW itu adalah hakekat tanafas, dan huruf LAM itu adalah hakikat nupus.
Perlu ditegaskan disini bahwa nyawa itu dijadikan dari jauhar basita dan terbagi kepada peringkat :
1. Nafas        
2. Ampas      
3. Tanapas   
4. Nupus

Jika hilang nyawa diantara rohani dan jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai mati.
Adapun hidup nafas itu karena ampas, hidup ampas itu karena tanapas dan hidup tanapas itu karena nupus dan hidup nupus itu dengan sendiri dalam rahasia.
Adapun letak nafas itu pada mulut, letak ampas itu pada hidung, letak tanapas itu pada tengah-tengah bagian dua telinga, dan letak nupus pada kalbu.
……………….
yaitu :
Artinya : Kalbu orang-orang mukmin itu adalah istana Allah s.w.t.

Letaknya kalbu itu adalah pada jantung manusia. Seseorang itu hendaklah menyucikan hatinya dengan berzikir supaya kentulan darah kotor di hujung jantung hilang dan bersih.
Adapun bergeraknya nafas itu dengan zikir dan tidak pernah pula nafas berhenti berzikir didalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari, jika nafas berhenti berzikir maka berarti manusia tersebut telah mati, dan boleh dikapankan serta di kuburkan.
Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju kepada jalan makrifat, mengetahui dan mengenalkan ilmu zikir nafas saja untuk bisa menghancurkan kentulan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis. Tanpa menghancurkan kentulan darah kotor itu, maka Nur Allah s.w.t, tidak mungkin memancar  untuk memberikan sinar akal dan iman kepada manusia itu. Sesungguhnya yang dinamakan hati kalbu itu adalah Nur yang dipancarkan dari bahagian bawah jantung ke arah  bahagian atas jantung.


Makna Zikir
Adapun zikir nafas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah …. dinamakan syariat letaknya nafas adalah di mulut.
Adapun zikir ampas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah … dinamakan tarekat letaknya ampas pada hidung.
Adapun zikir tanapas itu tetap diam dengan …. letaknya ditengah-tengah antara dua telinga, dinamakan hakikat
Adapun zikir Nupus ketika naik …. dan ketika turun …. letaknya didalam jantung dan dinamakan makrifat.
Diri Nupus ini dikenal dengan Othman dan pekerjaan nya dikenal sebagai Ali


Makna Akal atau Imam
Adapun yang dinamakan akal adalah buah pikiran yang dipancarkan oleh Nur dari sudut kalbu yang datang dari dalam dan menghasilkan keyakinan mutlak.
Berawal keyakinan terhadap sesuatu, terutama kepada hal-hal yang tidak bisa dicapai oleh otak manusia misalnya perkara-perkara gaib, hanya boleh diterima oleh satu panca indera  bathin yang bernama Nur yang memancar di dalam jantung seseorang. Nur ini bisa diibaratkan seperti eletrik yang dihasilkan oleh dinamo yang baik, dan   menggerakkan beberapa  fungsi lain didalam kehidupan sehari-hari.


Makna kata Allah
Adapun perkataan ALLAH itu adalah mengandung 4 huruf yaitu : Alif, Lam awal, Lam akhir, Ha, Pertama Alif itu adalah hakikat zat, huruf Lam awal adalah hakekat sifat, huruf Lam akhir itu adalah hakekat Asma’ dan huruf Ha itu adalah hakekat Apaal, sesungguhnya ALLAH itu melambangkan hakekat diri rohani kita.

Dialah hakekat tubuh rohani kita yang ada permulaan dan tiada kesudahan. Dia tidak pernah kenal dengan apa yang namanya mati, Dia tetap hidup untuk selama-lamanya dan inilah yang dinamakan hakekat diri. Sesungguhnya diri rohani kita ini dapat menghasilkan 9 wajah, dan wajah ini hanya dipunyai oleh mereka yang makrifat lagi mursyid.

Jumat, 21 Oktober 2016

K A L I M A H




  Cara baca Kalima

Menikmati ucapan Syahadah :



BACA-AN YANG SALAH




BACA-AN YANG BENAR 


Niat-kan dalam hati bahwa : ………………

 

Senin, 17 Oktober 2016

TAUHID DAN MAKRIFAT



Sambungan dari ISLAM, IMAN, TAUHID DAN MAKRIFAT


ARTI TAUHID

Tauhid boleh diartikan sebagai suatu keyakinan yang mutlak terhadap Allah s.w.t. tanpa disekutukan dengan yang lain.
Bila kita tauhid dengan Allah s.w.t. berarti kita benar-benar bergantung kepada-Nya, tanpa sedikit pun ragu, syakwasangka dan was-was terhadapNya.
Tauhid kita kepada Allah adalah meliputi :
–          Zat Allah
–          Sifat Allah
–          Asma Allah
–          Apa’al Allah.
Firman Allah di dalam Al-Quran
Surah : Al-Fatihah ayat 3-4
Artinya :
Engkaulah Tuhan yang memiliki hari kemudian. Kepada engkau kami menyembah dan kepada engkau kami minta pertolongan.
  1. Tauhid pada Zat Allah maknanya adalah kita bergantung mutlak bahwa Zat Allah saja yang memerintah di alam semesta ini, dan Dialah tuhan semesta alam dan tidak pula kita menyekutukanNya dengan yang lain, seperti firman Allah s.w.t diatas.
  1. Tauhid pada Sifat Allah berarti kita bergantung sepenuhnya kepada Allah dan kita tidak berhak atas sesuatu apapun kecuali dengan izinNya.
Sebagaimana dalam ayat ini  :



  Artinya :
Tidak hidup aku, hanya Allah yang hidup, tidak mengetahui aku hanya Allah saja yang mengetahui, tidak mendengar aku hanya Allah yang mendengar, tidak melihat aku hanya Allah yang melihat, tidak berkuasa aku hanya Allah yang berkuasa, tidak berkehendak aku hanya Allah yang berkehendak Tidak berkata-kata aku hanya Allah saja yang berkata-kata. Dialah sebenar-benarnya bagi segala-galanya.
Caranya adalah dengan kita menafikan diri zahir kita dan mengisbabkan kepada Allah s.w.t saja.
  1. Tauhid  pada Asma Allah berarti kita memandang bahwa setiap yang ada dan yang wujud itu adalah membawa nama Allah.
Seperti firmanNya didalam Al-Quran
Surah : Al-Baqarah   ayat 115
Artinya :
Dimana saja kamu menghadap disitulah kamu lihat wajah Allah

Firman Allah didalam al-Quran lagi

Artinya :
Dialah pencipta yang mengadakan bentuk rupa dan mempunyai nama yang paling banyak.
  1. Tauhid pada Apa’al yaitu kelakuan Allah s.w.t.  dimana kita menafikan kelakuan diri zahir kita kemudian mengisbabkan kepada diri batin kita yaitu kelakuan Zat Allah s.w.t  semata-mata.
Dengan dalil :



Artinya :
Saksikan  yang banyak pada yang satu
 Dan



Artinya :
Saksikan yang satu pada yang banyak.

–          Adapun makna kita saksikan yang banyak kepada yang satu adalah dengan kita melihat dan menyakini bahwa semua perbuatan dan perlakuan diatas alam semesta ini adalah datang dari pada yang satu yaitu perbuatan Zat Allah taala semata-mata.
–          Dan adapun makna kita saksikan yang satu pada yang banyak adalah dengan kita melihat dan meyakini bahwasanya perlakuan Zat Alllah lah yang menghasilkan atau menimbulkan perlakuan serba beraneka ragam diatas alam dunia ini.


ARTI MAKRIFAT

Makrifat artinya mengenal Allah s.w.t pada :
–          Zat-Nya
–           Sifat-Nya
–          Asma-Nya
–          Apa’al-Nya.

Rasulullah awal-awal sekali sudah menegaskan bahwa tugas kita manusia adalah mengenal Allah.

Seperti sabdaNya :

Artinya :
 Awal hidup (agama) adalah dengan mengenal Allah s.w.t.
Dan firman Allah didalam al-Quran, Surat : Al Insyiqaaq ayat 6
Artinya:

Hai manusia, jika sesungguhnya kamu telah berusaha dengan sungguh-sungguh  menuju tuhanmu, maka pasti kamu akan menemuiNya.

Dan firman Allah lagi, surat : An Nabaa’ ayat 39

Artinya :
Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan kembali (mengenal) kepada Tuhanya.

Dan firman Allah selanjutnya. Surat : Al-Ankabut ayat 69

Artinya ;
Mereka yang berjuang pada jalan kami, akan kami tunjukan jalanya kearah kami.
Dan sesungguhnya cara untuk mengenal Allah itu adalah dengan cara kita mengenal diri kita sendiri.
Seperti firman Allah didalam hadis Qudsi.
Artinya :

Barang siapa yang mngenal dirinya maka kenallah tuhanya.
Dengan mengenal diri maka dapat mengenal tuhan. karena rahasia tuhan itu ditanggung oleh diri manusia.
Oleh karena itu dapat dikatakan bahawa mengenal tuhan itu hendaklah dengan mengenal diri sendiri. Sesungguhnya jalan untuk mengenal diri adalah dengan cara menjalani latihan tasauf melalui guru hakekat lagi mursyid.

Adapun yang dikatakan Iman, Islam, Tauhid, dan Makrifat itu tidak boleh dipisah-pisahkan antara satu dengan lain karena sesungguhnya :
–          Islam tanpa Iman itu kosong bagai sebiji padi yang tidak berisi.
–          Iman tanpa Tauhid itu tidak berguna seperti padi yang tidak menjadi beras.
–          Tauhid tanpa Makrifat itu tidak sempurna bagai beras tidak  menjadi nasi.
–          Makrifat itu adalah landasan pada Islam itu sendiri.
Dan sesungguhnya beriman tanpa tauhid juga tidak terpakai imannya, karena tanpa tauhid, iman seseorang itu bagai ilalang yang bergerak mengikuti arus angin bila saja di tiup maka tumbanglah dia.

Disamping itu tauhid tanpa makrifat tidak sempurna, karena tauhid kepada sesuatu harus mengenal pada siapa yang ditauhidkan, kalau menyerah diri kepada yang kita tidak kenal sama saja kita ini buta dan tuli ( meraba + tidak mengerti ). Oleh karena itu bila kita tauhid kepada Allah s.w.t. maka harus pula kita mengenal Allah s.w.t.
Islam berkehendak Iman, Iman berkehendak Tauhid dan Tauhid Berkehendak Makrifat,. Oleh karena itu saudaraku jangan sekali-kali kamu pisahkan dirimu dari sisi Islam, Iman, Tauhid, dan Makrifat, jika kamu ingin mendapat keridhoan Allah s.w.t. Dan untuk pemahaman lebih lanjut silahkan ditanyakan kepada mereka-mereka yang hakiki dan makrifat lagi mursyid.

Semoga Bermanfaat

20 Sifat-Sifat Wajib Allah SWT