Senin, 26 Desember 2016

Mengontrol Diri

Assalamu'alaikum wr wb

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
 Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah Berberapa Lama vacum, dan sekarang Update pos Lagi dikarenakan Kesibukan yang bisa dikatakan menyita banyak waktu.
Melalui Pos Kali Ini Admin Menyampaikan Mohon Maaf yang sebesar besarnya, dan semoga Pos kali ini bisa menjadi Penyambung Silaturahmi kita.
Oke... Langsung Saja Tanpa Banyak Cakap... Cekidot..



Mengontrol Diri

Hidup Mungkin Membuat Kita TERPURUK,
Tapi kita Bisa memilih Untuk KEMBALI BANGKIT atau TIDAK
Yang Pasti Kita Juga Harus Memanfaatkan waktu kita Untuk Masa Depan..!
Karena: waktu yg dimiliki oleh setiap orang itu SAMA: 24 jam sehar terdiri dara 1440 menit atau 86.000 detik, tak lebih, tak kurang!


fikiran

Tapi, cara memberdayakan tiap detik bisa membedakan tiap orang, menjadi sukses & terhormat atau sekadar hidup tak bermakna.
Maka, mari kita manfaatkan setiap detik waktu yg kita miliki… agar hidup ini menjadi jauh lebih bermakna, baik bagi diri kita sendiri, maupun orang2 di sekitar kita.

Mengontrol diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.
Mengontrol diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. 

Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.

Urutan yang benar adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.
Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.

Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.

Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.


Kunjungi Juga :   Pentingkah Tariqah ?

Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di ‘luar kepala’ dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.

Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.

Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja 


Baca Juga : TAUHID DAN MAKRIFAT

Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.
Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah  ==> perbuatan salah.
Tidak tertutup kemungkinan juga :
Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah  ==> ucapan salah  ==> perbuatan salah.
Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :
Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.
Pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan nasibnya.

Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai ‘hasil’ yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.


Sekian Pos Kali Ini, Semoga Bermanfaat







 

Kamis, 27 Oktober 2016

MASIH TENTANG KALIMAH

MEMBICARAKAN TENTANG KALIMAH

“ La illaha illallah Muhammadarrasulullah “

Kalimah syahadat hendaklah dijadikan darah daging kita pada siang dan malam selama 24 jam, artinya hidup kita di dunia dan bangkit kita di hari kiamat nanti adalah  dengan kalimah  Syahadat ini.
………………….
Artinya : Hidupku di dalam dunia ini, matiku dan bangkitku di akhirat nanti di dalam kalimah syahadat, dan Insya Allah aku menjadi orang beriman.

Kalimah syahadat atau kalimat tauhid ini mengandung 24 huruf, semua ini mengisyaratkan kehidupan manusia selama 24 jam dalam sehari semalam, yaitu 12 jam siang dan 12 jam malam, sebagaimana yang dinyatakan didalam pembahasan yang lalu bahwa kalimah syahadat itu adalah menyatakan perihal diri rohani dan jasmani kita. Kalimah ini sangatlah penting didalam penghidupan kita untuk menuju kepada Allah s.w.t. Oleh sebab itu janganlah coba untuk dipisahkan antara dua kalimah syahadat didalam penghidupan kita, jika kita ingin menjadi manusia yang diredhoi di dunia dan akhirat, dan jangan sekali-kali kita mati tanpa kalimah syahadat.

Sebelum awal disebut martabat zat semata-mata, atau dinamakan juga martabat Ahdah pada peringkat ini belum awal belum akhir belum jadi matahari dan belum jadi sesuatu apapun, disebut alam Ghaibul gaib makamnya adalah pada makam sir atau rahasia semata-mata.  Pada martabat ini alamnya adalah … dan dirinya sendiri, syariatnya adalah pada lidah.
Bermula ….. itu letaknya pada martabat sifat ataupun dinamakan juga martabat … yaitu sabit nyata awal. Martabat ini juga pernah dipanggil martabat Noktah satu. Pada peringkat ini makamnya adalah kalbi, alam di martabat ini adalah alam .. adapun diri pada martabat ini adalah diri terperi .. Hakikat pada Kalbi.
Adapun ….. itu letaknya pada martabat asma’, atau disebut juga sebagai martabat … yaitu sabit nyata kedua. biasa disebut sebagai martabat Noktah Dua, pada peringkat ini makamnya adalah zikir. Manakala alamnya adalah alam
Disamping itu perlu ditegaskan diri pada martabat ini adalah Diri taja dan tarikatnya adalah zikir.
Adapun …. itu dinamakan dia martabat Apaal, dinamakan martabat Alif atau martabat Insanul kamil. makamnya pada peringkat ini adalah makam anggota rahasia (diri rahasia) dan alamnya pada martabat ini adalah Alam Insan manakala dirinya adalah diri terperi,  sedangkan makrifatnya adalah anggota rahasia (diri bathin manusia).

Makna kata Muhammad
Perkataan Muhammad itu terdiri daripada empat huruf yaitu MIM, KHA, MIM, DAL, adapun huruf MIM yang pertama itu adalah hakikat kepala kita. Huruf KHA itu adalah hakekat badan kita, huruf MIM yang kedua hakekat …
Sesungguhnya hakekat Muhammad adalah diri kasar atau jasad kita.

Makna kata RASUL
Adapun hakekat perkataan RASUL itu adalah hakekat nyawa kita, yang menjadi penyambung rahasia diantara jasmani dan rohani.
Berawal huruf Rasul itu mengandung empat huruf yaitu : RA, SYIN, WAW, LAM, Adapun huruf RA itu adalah hakikat nafas huruf SYIN itu adalah hakikat ampas, Huruf WAW itu adalah hakekat tanafas, dan huruf LAM itu adalah hakikat nupus.
Perlu ditegaskan disini bahwa nyawa itu dijadikan dari jauhar basita dan terbagi kepada peringkat :
1. Nafas        
2. Ampas      
3. Tanapas   
4. Nupus

Jika hilang nyawa diantara rohani dan jasmani, maka orang itu akan mengalami apa yang disebut sebagai mati.
Adapun hidup nafas itu karena ampas, hidup ampas itu karena tanapas dan hidup tanapas itu karena nupus dan hidup nupus itu dengan sendiri dalam rahasia.
Adapun letak nafas itu pada mulut, letak ampas itu pada hidung, letak tanapas itu pada tengah-tengah bagian dua telinga, dan letak nupus pada kalbu.
……………….
yaitu :
Artinya : Kalbu orang-orang mukmin itu adalah istana Allah s.w.t.

Letaknya kalbu itu adalah pada jantung manusia. Seseorang itu hendaklah menyucikan hatinya dengan berzikir supaya kentulan darah kotor di hujung jantung hilang dan bersih.
Adapun bergeraknya nafas itu dengan zikir dan tidak pernah pula nafas berhenti berzikir didalam waktu 24 jam dalam kehidupan kita sehari-hari, jika nafas berhenti berzikir maka berarti manusia tersebut telah mati, dan boleh dikapankan serta di kuburkan.
Oleh sebab itu perlu bagi setiap manusia yang ingin menuju kepada jalan makrifat, mengetahui dan mengenalkan ilmu zikir nafas saja untuk bisa menghancurkan kentulan darah di hati yang menjadi tempat iblis bergantung, dan disitulah sebenar-benarnya istana iblis. Tanpa menghancurkan kentulan darah kotor itu, maka Nur Allah s.w.t, tidak mungkin memancar  untuk memberikan sinar akal dan iman kepada manusia itu. Sesungguhnya yang dinamakan hati kalbu itu adalah Nur yang dipancarkan dari bahagian bawah jantung ke arah  bahagian atas jantung.


Makna Zikir
Adapun zikir nafas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah …. dinamakan syariat letaknya nafas adalah di mulut.
Adapun zikir ampas itu ketika keluar … dan ketika masuk adalah … dinamakan tarekat letaknya ampas pada hidung.
Adapun zikir tanapas itu tetap diam dengan …. letaknya ditengah-tengah antara dua telinga, dinamakan hakikat
Adapun zikir Nupus ketika naik …. dan ketika turun …. letaknya didalam jantung dan dinamakan makrifat.
Diri Nupus ini dikenal dengan Othman dan pekerjaan nya dikenal sebagai Ali


Makna Akal atau Imam
Adapun yang dinamakan akal adalah buah pikiran yang dipancarkan oleh Nur dari sudut kalbu yang datang dari dalam dan menghasilkan keyakinan mutlak.
Berawal keyakinan terhadap sesuatu, terutama kepada hal-hal yang tidak bisa dicapai oleh otak manusia misalnya perkara-perkara gaib, hanya boleh diterima oleh satu panca indera  bathin yang bernama Nur yang memancar di dalam jantung seseorang. Nur ini bisa diibaratkan seperti eletrik yang dihasilkan oleh dinamo yang baik, dan   menggerakkan beberapa  fungsi lain didalam kehidupan sehari-hari.


Makna kata Allah
Adapun perkataan ALLAH itu adalah mengandung 4 huruf yaitu : Alif, Lam awal, Lam akhir, Ha, Pertama Alif itu adalah hakikat zat, huruf Lam awal adalah hakekat sifat, huruf Lam akhir itu adalah hakekat Asma’ dan huruf Ha itu adalah hakekat Apaal, sesungguhnya ALLAH itu melambangkan hakekat diri rohani kita.

Dialah hakekat tubuh rohani kita yang ada permulaan dan tiada kesudahan. Dia tidak pernah kenal dengan apa yang namanya mati, Dia tetap hidup untuk selama-lamanya dan inilah yang dinamakan hakekat diri. Sesungguhnya diri rohani kita ini dapat menghasilkan 9 wajah, dan wajah ini hanya dipunyai oleh mereka yang makrifat lagi mursyid.

Jumat, 21 Oktober 2016

K A L I M A H




  Cara baca Kalima

Menikmati ucapan Syahadah :



BACA-AN YANG SALAH




BACA-AN YANG BENAR 


Niat-kan dalam hati bahwa : ………………

 

20 Sifat-Sifat Wajib Allah SWT